Sabtu, 10 November 2018

Pasta


definisi pasta
 







Pasta adalah makanan olahan yang digunakan pada masakan Italia, dibuat dari campuran tepung terigu, air, telur dan garam yang membentuk adonan yang bisa dibentuk menjadi berbagai variasi ukuran dan bentuk. Pasta dijadikan berbagai hidangan setelah dimasak dengan cara direbus. Dalam mitologi Yunani kuno disebutkan Dewa Vulcan membuat adonan dari gandum dan membuatnya tipis setipis benang, untuk kemudian dibagikan kepada orang-orang untuk dimakan.
Nama Pasta sendiri dipercaya berasal dari bahasa Yunani yaitu Pastos yang berarti adonan. Sementara dalam bahasa Italia sendiri Pasta berasal dari kata Pasta Alimentare yang berarti adonan bahan makanan, atau berasal dari kata Paste yang berarti adonan tepung. Sedangkan dalam arti luas Pasta bisa berarti semua adonan roti, pastry atau cake. Sedangkan bahan makanan seperti mi, disebut dengan istilah Pastaciutta.
Dalam bahasa Inggris, Pasta adalah sebutan untuk berbagai jenis masakan dengan bahan utama salah satu jenis pasta yang diberi bumbu saus. Di Indonesia sendiri, jenis pasta yang populer diantaranya Spageti, Makaroni dan Lasagna.
Pasta dibuat dari tepung terigu semolina yang merupakan hasil gilingan biji gandum durum semolina yang dikatakan memiliki kandungan gluten cukup tinggi. Dimana kandungan gluten ini bisa memudahkan adonan menjadi cepat berreaksi dengan air dan mengeluarkan warna kuning.
Tepung kemudian dicampur dengan air, telur (bisa juga tanpa telur) dan tanpa menggunakan ragi. Bila dimasak dengan benar akan menghasilkan tekstur adonan yang sedikit kenyal / elastis yang mudah dibentuk menjadi berragam pasta dan memiliki warna kuning cerah.
Sedangkan di Amerika, Pasta sering dibuat dari campuran tepung terigu Farina dan Semolina sehingga mempunyai tekstur yang lebih lembut untuk dijadikan hidangan seperti kaserol.  


*) data diolah dari berbagai artikel pasta blogger  

 

Kamis, 22 Februari 2018

Bayleaf (Part 2)

Bayleaf
 
"Kau hendak pergi kemana?", seperti dialog dari syair lama. Berbeda dengan intonasi sebuah kalimat tanya "Mo kemane?", batavia - sunda kelapa - jayakarta & jakarta. Serupa tapi tak sama, hanya mereka-mereka yang melakoni atau lebih tepatnya menekuni seni peran yang akan sangat mudah mencari celah perbedaan. Hanya dari satu jenis kalimat tanya, dengan jeda dan intonasi. 
"Nak, kemaneu?" berubah menjadi "Mau kemana toh, nduk?", dengan irama yang lebih lambat. Berubah, diganti dari bahasa satu ke dalam bahasa lainnya. Memiliki penekanan untuk intonasi yang berbeda, irama cepat bahkan melambat. Tapi, selalu memiliki makna.
Manusia dan karakter, daun penambah cita rasa & aroma. Seperti bayleaf, memiliki karakternya sendiri. Karakter yang tidak bisa digantikan dengan jenis karakter lainnya. Karena bayleaf bukanlah kemangi, seledri atau pandan. Kehilangannya atau tanpa keikutsertaannya tidak menjadi masalah, seperti anak manusia yang terlahir kembar. Kembar atau terlahir sendiri, seperti keberadaan bayleaf dalam masakan. 

Dea Jiwapraja 

Rabu, 06 September 2017

Selasa, 20 Juni 2017

Bayleaf (Part I)



Bayleaf
 
Manusia adalah karakter, melekat sejak hari kelahirannya di muka bumi. Karakter melekat tanpa bisa terlihat, seperti saat hempasan angin yang mampu menyibakkan helaian rambut panjang tak terikat tali. Entah pemiliknya gadis, janda, nenek bercucu empat atau bodyguard berbadan kekar sekalipun. Itulah karakter, bak Tuhan. Tak terlihat, tapi ada. 

Dea Jiwapraja



Jumat, 26 Mei 2017

Primitif

Satu kata yang diawali dengan huruf P & diakhiri dengan huruf F...
Bak orang bingung akan hal apa lagi yang harus dilakukan selanjutnya!
Dari rongga mulutnya terucap "Puff..."
Orang bilang "Merenung!"
Ah, satu orang bilang "Renungan!?"
Seperti yang setiap insan harus lakukan di atas sebuah wadah penampung besar
Sebagai ujung berakhirnya sebuah proses kehidupan!

-dea jiwapraja-
May 26, 2017


Rabu, 24 Mei 2017

Metode & Teknik Belajar

i heard and i forget
i read and i know
i write and i remember
i practising and i understand


Rabu, 10 Mei 2017

ICMI & Menak Tempo Hari


ICMI, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia. ICMI & Menak Tempo Hari, bak petuah lama yang kini menjadi dongengan anak hingga tidur. Diceritakan dalam narasi tanpa dialog. Membedakan antara golongan yang seharusnya tidak membedakan, karena untuk itulah semestinya ICMI & Menak hadir dilihat dari salah satu sudut pandang.
Priyayi, istilah lain yang juga digunakan sebagai pengganti istilah menak. Golongan darah biru orang bilang, bahkan sebagian menyebutnya dengan istilah Ningrat. Pembeda, kalau dalam salah satu keyakinan ada istilah kasta. Semestinya, tidak terjadi diantara ICMI & Menak.
Prilaku, Pendidikan, Tata Bahasa dan Cara Bertutur yang tempo hari seharusnya bisa menjadi pembeda sehingga dijuluki Cendekiawan & Menak. Dengan luasnya harta kekayaan yang dimiliki, bukan menjadi patokan lahirnya Para Cendekiawan dari ICMI dan istilah Menak tempo hari. Karena, Tengkulak bisa memiliki harta kekayaan berlimpah atau sejenis lintah darat. Contohnya Kawedanaan, Centeng, Guru, Saudagar, Kyai seperti yang ada diceritakan dalam fiksi sunda Mantri Djero.

Dea Jiwapraja
Feb. 25, 2017